Penalaran Induktif (Pengertian)

Penalaran Induktif : Dalam penalaran induktif kita mulai dengan menyebutkan peristiwa atau keterangan atau data yang khusus untuk menuju kepada kesimpulan umum yang mencakup semua peristiwa khusus itu.
macam-macam penalaran Induktif, yaitu : Hubungan Kausal, Sebab-Akibat, Analogi, dan Klasifikasi.

Contoh  Hubungan Kausal : Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial

Contoh Analogi :  proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan. Misal, Anak kecil itu menemukan dompet di jalanan sehingga ia berinisiatif melaporkannya ke pak polisi.

Contoh Sebab-Akibat : Misalnya, Belajar adalah ‘suatu’ SEBAB untuk menjadi pandai. Minum adalah SEBAB bagi hilangnya rasa haus. Makan adalah SEBAB bagi hilangnya rasa lapar.

7 komentar:

  1. wah ini ilmu udah lama banget nih ampe2 lupa hehe...

    BalasHapus
  2. thx ya infonya, lumyan buat mengingat kembali

    BalasHapus
  3. @ Dimas : iy trims y komentnya...

    @ Internet dan Bisnis Online : yupz sama2...trims dah koment sob

    BalasHapus
  4. Dalam dunia kedokteran juga, yang kita pake adalah penalaran induktif

    BalasHapus
  5. @ Yudhi Gejali, dr : owhh...gtu y pak dokter...
    ok deh smoga ttp melayani pasien dgn baik yoo...

    BalasHapus
  6. sebaiknya pada contoh sebab - akibat diberikan juga akibatnya apa?
    seperti hujan dirumah sangat deras akibatnya banjir menggenang dirumahku..
    sebanya:hhujan deras
    akibatnya:banjir menggenang
    tapi infonya bagus kwand lanjutkan...

    BalasHapus
  7. @ r1zq1 : trims sob ada tambahan contohnya, saling sharing j yoo

    BalasHapus

Komentarmu, semangat Blogku...