Tampilkan postingan dengan label Arsip Bahasa Indonesia 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Arsip Bahasa Indonesia 1. Tampilkan semua postingan

Tugas 2 Bahasa Indonesia

Tugas Kalimat Efektif dan Tidak Efektif

1. Banyak buku, kami sudah baca tetapi kami tidak temukan petunjuk pemakaian bahasa yang baik dan benar. ( tidak efektif )
Seharusnya : Banyak buku yang sudah kami baca tetapi tidak ditemukan petunjuk pemakaian bahasa yang baik dan benar.

2.Meskipun kita tidak menghadapi musuh tetapi kita harus selalu waspada ( tidak efektif)
Seharusnys :Meskipun tidak menghadapi masalah tetapi kita harus selalu waspada.


3. Matakuliah itu saya tidak senang ( tidak efektif )
Seharusnya : Saya tidak senang matakuliah itu.

4. Harga minyak itu dinaikkan secara wajar ( tidak efektif )
Seharusnya : Harga Minyak dinaikkan secara wajar.

5. Bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu ( tidak efektif )
Seharusnya : Bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu.

6. Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Gunting ( tidak efektif )
Seharusnya : Sekolah kami terletak di depan bioskop Gunting.

7. Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes ( tidak efektif )
Seharusnya : Harga minyak dibekukan atau dinaikan secara luwes.

8. Karena ia tidak diundang , dia tidak datang ke tempat itu ( tidak efektif )
Seharusnya : Karena tidak diundang , dia tidak datang ke tempat itu.

9. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa Presiden datang ( tidak efektif )
Seharusnya : hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.

10. Dia hanya membawa badannya saja ( tidak efektif )
Seharusnya : Dia hanya membawa badannya.

11. Sejak dari pagi dia bermenung ( tidak efektif )
Seharusnya : Sejak pagi dia bermenung.

12. Surat itu sudah saya baca ( tiak efektif )
Seharusnya : Surat itu sudah saya baca.

13. Saran yang di kemukakannya kami akan pertimbangkan ( tidak efektif )
Seharusnya : Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.

14. Mereka membicarakan dari pada kehendak rakyat ( tidak efektif )
Seharusnya : Mereka membicarakan kehendak rakyat.

15. Pekerjaan itu dia tidak cocok ( tidak efektif )
Seharusnya : Pekerjaan itu bagi dia tidak cocok.


Tugas Kalimat Aktif dan Pasif

1. Kalimat Aktif
Kalimat Aktif adalah kalimat di mana subyeknya melakukan suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat aktif biasanya diawali oleh awalan me- atau ber- dibagi menjadi dua macam :
a. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki obyek penderita
- Ayah membeli daging
- Kadir merayu gadis desa
- Bang Jajang bertemu Juminten
b. Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang tidak memiliki obyek penderita
- Adik menangis
- Umar berantem
- Sejak dahulu kala Junaidi merenung di dalam tempat persembunyiannya di Batu Malang

2. Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah kalimat yang subyeknya dikenai suatu perbuatan atau aktifitas. Kalimat pasif biasanya diawali oleh awalan ter- atau di-
- Pak Lurah dimintai pertanggung jawaban oleh Pak Camat
- Ayam dipukul Kucing
- Bunga anggrek hitam itu terinjak si lay


Tugas Pengertian Kerangka Karangan

1. Jelaskan pengertian kerangka karangan (outline) ?

2. Sebutkan dan jelaskan manfaat kerangka karangan ?

3. Langkah-langkah dalam menyusun kerangka karangan ?

4. Jelaskan manfaat susunan kerangka karangan ?

JAWABAN

1. Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-
garis besar dari suatu karangan yang akan digarap, dan merupakan
rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis, logis, jelas, terstruktur,
dan teratur.

2.

  1. Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.
  2. Untuk menyusun karangan secara teratur. Kerangka karangan membantu penulis untuk melihat gagasan-gagasan dalam sekilas pandang, sehingga dapat dipastikan apakah susunan dan hubungan timbal-balik antara gagasan-gagasan itu sudah tepat, apakah gagasan-gagasan itu sudah disajikan dengan baik, harmonis dalam perimbangannya.
  3. Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda. Setiap tulisan dikembangkan menuju ke satu klimaks tertentu. Namun sebelum mencapai klimaks dari seluruh karangan itu, terdapat sejumlah bagian yang berbeda-beda kepentingannya terhadap klimaks utama tadi. Tiap bagian juga mempunyai klimaks tersendiri dalam bagiannya. Supaya pembaca dapat terpikat secara terus menerus menuju kepada klimaks utama, maka susunan bagian-bagian harus diatur pula sekian macam sehingga tercapai klimaks yang berbeda-beda yang dapat memikat perhatian pembaca.
  4. Menghindari penggarapan topik dua kali atau lebih. Ada kemungkinan suatu bagian perlu dibicarakan dua kali atau lebih, sesuai kebutuhan tiap bagian dari karangan itu. Namun penggarapan suatu topik sampai dua kali atau lebih tidak perlu, karena hal itu hanya akan membawa efek yang tidak menguntungkan; misalnya, bila penulis tidak sadar betul maka pendapatnya mengenai topik yang sama pada bagian terdahulu berbeda dengan yang diutarakan pada bagian kemudian, atau bahkan bertentangan satu sama lain. Hal yang demikian ini tidak dapat diterima. Di pihak lain menggarap suatu topik lebih dari satu kali hanya membuang waktu, tenaga, dan materi. Kalau memang tidak dapat dihindari maka penulis harus menetapkan pada bagian mana topik tadi akan diuraikan, sedangkan di bagian lain cukup dengan menunjuk kepada bagian tadi.
  5. Memudahkan penulis mencari materi pembantu. Dengan mempergunakan rincian-rincian dalam kerangka karangan penulis akan dengan mudah mencari data-data atau fakta-fakta untuk memperjelas atau membuktikan pendapatnya. Atau data dan fakta yang telah dikumpulkan itu akan dipergunakan di bagian mana dalam karangannya itu.

3.
  1. Langkah pertama adalah merumuskan tema yang jelas berdasarkan suatu topik dan tujuan yang akan dicapai melalui topik tadi. Tema yang dirumuskan untuk kepentingan suatu kerangka karangan haruslah berbentuk tesis atau pengungkaan maksud.
  2. Langkah kedua adalah mengadakan inventarisasi atau mengumpulkan topik-topik bawahan yang dianggap merupakan rincian dari tesis atau pengungkapan maksud tadi. Dalam hal ini penulis boleh mencatat sebanyak-banyaknya topik-topik yang terlintas dalam pikirannya, dengan tidak perlu langsung mengadakan evaluasi terhadap topik-topik tadi.
  3. Langkah ketiga adalah mengadakan evaluasi semua topik bawahan yang telah tercatat pada langkah kedua di atas. Evaluasi tersebut dapat dilakukan dalam beberapa tahap sebagai berikut:
    Pertama: apakah semua topik yang tercatat mempunyai relevansi atau pertalian langsung dengan tesis atau pengungkapan maksud. Bila ternyata sama sekali tidak ada hubungan maka topik tersebut dicoret dari daftar di atas
    Kedua: Semua topik yang masih dipertahankan kemudian dievaluasi lebh lanjut. Bila ada dua topik atau lebih yang hampir sama, maka harus dibuat perumusan baru yang mencakup semua topik tadi.
    Ketiga: Evaluasi lebih lanjut ditujukan kepada persoalan, apakah semua topik sama derajatnya, atau ada topik yang sebenarnya merupakan bawahan atau rincian dari topik lain. Bila ada masukkanlah topik bawahan itu ke dalam topik yang dianggap lebih tinggi kedudukannya.
    Keempat: Ada kemungkinan bahwa ada dua topik atau lebih yang kedudukannya sederajat, tapi lebih rendah dari topik yang lain. Bila terdapat hal yang demikian, maka usahakanlah untuk mencari satu topik yang lebih tinggi yang akan membawahi topik-topik tadi.
  4. Untuk mendapatkan sebuah kerangka karangan yang sangat rinci maka langkah kedua dan ketiga dikerjakan berulang-ulang untuk menyusun topik-topik yang lebih rendah tingkatannya.
  5. Sesudah semuanya siap masih harus dilakukan langkah yang terakhir, yaitu menentukan sebuah pola susunan yang paling sesuai untuk mengurutkan semua rincian dari tesis atau pengungkapan maksud sebagai yang telah diperoleh dengan mempergunakan semua langkah di atas. Dengan pola susunan tersebut semua rincian akan disusun kembali sehingga akan diperoleh sebuah kerangka karangan yang baik.

4. Untuk memudahkan penulis dalam membuat sebuah karangan karena dengan menentukan kerangkanya terlebih dahulu dapat memudahkan dalam penulisan karangan.



read more...

Tugas 1 Bahasa Indonesia

Tugas 1 Ragam Bahasa

1. Apa yang di maksud dengan ragam bahasa ?
2. Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa ?
3. Jelaskan dengan contoh penggunaan ragam lisan resmi dan ragam tulisan resmi ?
4. Jelaskan kelebihan dan kekurangan ragam lisan dan ragam tulis ?

JAWABAN

1. Ragam Bahasa adalah Suatu sistem dari lambang bunyi yang di hasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri.
2. hal-hal yang menyebabkan timbulnya ragam bahasa :

1. banyaknya suatu adat di daerah tertentu
2. sebagai penyesuaian lingkungan tempat tinggal
3. sebagai alat bantu untuk mempermudah dalam memahami suatu bahasa.

3. Ragam Lisan Resmi

1. Putri bilang kita harus pulang
2. Ayah lagi baca koran
3. Saya tinggal di Tangerang

Ragam Tulis Resmi

1. Selamat anda diterima di perusahaan kami

2. Diharapkan segera kedatangan Anda

4. Kelebihan dan Kekurangan Ragam Lisan dan Ragam Tulis
1. Ragam lisan mencakup situasi, waktu dan kondisi sedangkan ragam tulis tidak.
2. Ragam lisan berpengaruh dengan intonasi suara sedangkan ragam tulis hanya dalam bentuk
kata.


Tugas 2 Diksi

1. Apa yang dimaksud dengan Diksi ?
2. Jelaskan hal-hal yang mempengaruhi penggunaan ketepatan pilihan kata, berdasarkan kemampuan pengguna bahasa ?
3. Jelaskan fungsi pilihan kata?
4. Syarat-syarat yang dimiliki pengguna bahasa dalam ketepatan kata ?

Jawaban :

1. Diksi adalah pemilihan kata. Maksudnya kita memilih kata yang tepat saat mengungkapkan sesuatu.

2.
  • Berdialog dengan mengungkapkan gagasan dengan pilihan kata yang tepat dan sesuai dengan E.Y.D
  • Menghasilkan suatu opini yang dapat dimengerti
  • Menghasilkan suatu target dalam berkomunikasi
3. Sebagai sarana mengaktifkan kegiatan berbahasa ( berdialog ) yang dilakukan seseorang untuk menyampaikan maksud serta pendapatnya kepada orang lain.

4.
  • Dapat membedakan makna denotasi dan konotasi dengan tepat.
  • Dapat membedakan makna yang hampir bersinonim.
  • Menggunakan kata yang merubah makna dengan cermat.

Tugas 3 Kalimat Benar dan Kalimat Salah

Kalimat Benar

1. Karena tidak diundang, Dia tidak datang ke tempat itu.
2. Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang.
3. Ia memakai baju merah.
4. Di mana engkau menangkap pipit itu?
5. Yang diceritakan ialah putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
6. Surat itu sudah saya baca.
7. Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan.
8. Mereka membicarakan kehendak rakyat.
9. Makalah ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat.
10. Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini.
11. Erlangga Aditya meraih gelar juara pertama Jepang Terbuka.
12. Erlangga Aditya menjadi juara pertama Cina Terbuka.
13. Baik atau buruknya pribadi seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya sehari-hari.
14. Semoga Bapak dapat memakluminya.
15. Pekerjaan itu bagi dia tidak cocok.
16. Halaman rumah paman saya di Ciledug sangat luas.


Kalimat Salah

1. Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu.
2. Hadirin serentak berdiri setelah mereka mengetahui bahwa presiden datang.
3. Ia memakai baju berwarna merah.
4. Di mana engkau menangkap burung pipit itu?
5. Yang diceritakan menceritakan tentang putra-putri raja, para hulubalang, dan para menteri.
6. Surat itu saya sudah baca.
7. Saran yang dikemukakanya kami akan pertimbangkan.
8. Mereka membicarakan daripada kehendak rakyak.
9. Makalah ini akan membahas tentang desain interior pada rumah-rumah adat.
10. Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini.
11. Erlangga Aditya meraih juara pertama Jepang Terbuka.
12. Erlangga Aditya menduduki juara pertama Cina Terbuka.
13. Untuk mengetahui baik atau buruknya seseorang dapat dilihat dari tingkah lakunya
sehari-hari.
14. Semoga dimaklumi.
15. Pekerjaan itu dia tidak cocok.
16. Halamannya sangat luas, rumah paman saya di Ciledug.
read more...